mata berbinar menatap tajam setiap lekuknya
ada sakit terukir jelas, ada bahagia bercerita tegas
membiaskan kisah masa lalu yang membuatku merana setiap kali aku merindukanmu
mendekat pasti menghampiri, mencoba mengayun si "kuda besi"
Ini saatnya aku bertemu kenanganku
kupacu pedal ini tanpa kamu di balik punggungku, mendekapku
berat rasanya aku mengayun melawan bengalnya duniaku,
canda tawa masa lalu masih menjadi penyemangatku, memekakan hatiku
bising angin tak dapat ku indahkan lagi, deras air mata tak dapat kutahan
semakin cepat menghampirimu, semakin ingin aku bertemu, semakin sedikit waktuku
Tunggu aku kasih,
akan memeluk erat setiap lekuk tubuhmu
menyandarkan kepala kepundakmu
memejamkan mata dan jatuh dengan sendirinya kepelukanmu
bersama senja, sepeda tua ini dan kenangan kita
Menujumu




